Senin, 18 Februari 2013

tv tabun vs tv digital (lcd, led, plasma)


 TV Digital vs TV Tabung


TV Digital vs TV Tabung - Industri elektronik di Indonesia terus merasakan gairah pertumbuhan. Electronic Marketer Club (EMC) bulan lalu mencatat, pertumbuhan penjualan elektronik selama Januari-Mei 2011 mencapai 15% dibanding tahun lalu. Khusus penjualan televisi, bahkan mencapai 50%. Hal yang menarik adalah, adanya kecenderungan konsumen televisi CRT (televisi tabung) ke digital (plasma, LCD, dan LED). Catatan Sharp selama Januari-Mei 2011 bahkan menunjukkan, pertumbuhan televisi digital mencapai 100% dibanding tahun lalu, sedangkan CRT hanya 5%, jarak yang sangat jauh bukan? Bahkan secara global, TV digital mampu terjual 188 juta unit selama tahun 2010!

Mengapa hal ini bisa terjadi? Tentu karena konsumen kini telah semakin rasional. Meskipun harga TV digital jauh lebih mahal dibanding CRT, namun banyak kelebihannya yang menjadi daya tarik penyerapan produk ini. Keuntungan finansial maupun non-finansial pasca pembelian menjadi kunci diminatinya TV digital oleh masyarakat modern. Baik untuk keperluan rumah tangga ataupun kantor –dalam hal ini, penggunaan layar digital pada komputer–, TV digital memberikan banyak keuntungan.

Kelebihan-kelebihan TV atau layar digital dibanding CRT antara lain[i] :

1. Daya listrik yang dibutuhkan lebih sedikit, yang tentunya akan menghemat pengeluaran bulanan dalam membayar tagihan listrik.
2. Umur produk yang lebih panjang. Hal ini memang belum bisa dibuktikan secara riil. Tetapi berdasarkan teori, umur lampu led pembentuk pixel LCD lebih panjang dibandingkan dengan lampu tabung monitor yang berasal dari penembakan elektron.
3. Nyala lampu dapat diatur sedemikian rupa, misalnya menjadi lebih redup, sehingga tidak membuat mata lelah untuk bekerja berlama-lama di depan LCD.
4. Tinggat radiasi yang sangat kecil, karena nyala layar digital bukan hasil penembakan elektron, melainkan hasil pemendaran cairan akibat dari terkena cahaya.
5. Aspek rasio yang lebih universal, apakah akan menggunakan 16:9 (untuk mode cinema) atau 4:3 (untuk mode klasik).
6. Gambar lebih halus dan jernih (walaupun tampilan terbaik adalah hanya dari satu sisi saja, biasanya dari arah depan).
7. Ukuran lebih slim dan kecil, sehingga sangat menghemat tempat.
8. Ukuran LCD 15” setara dengan CRT 17”, LCD 17” setara dengan CRT 21 “ begitu juga seterusnya.
9. Bobotnya sangat ringan, tidak sampai setengah dari bobot monitor CRT.
10. Sudah mendukung (kebanyakan) input dari port DVI sehingga hasil gambar lebih bagus karena tidak perlu proses konversi sinyal lagi; berbeda dengan monitor CRT yang sampai saat ini masih menggunakan port D-Sub (analog).

Bisa dilihat, bagaimana semua kelebihan TV digital tersebut di atas menjadi daya tarik luar biasa bagi masyarakat modern sekarang ini. 60 tahun lalu, orang bangga memiliki TV CRT, tapi 60 tahun mendatang mungkin TV CRT sudah punah dari dunia ini dan hanya menjadi koleksi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar